lagi-lagi tentang dia,tidak bosan-bosan untuk selalu bartanya pada nasib.kenapa harus aku yang menerima smua ini,penyesalan selalu saja pada akhir.kenapa aku harus menyiapkan kado buat dia?kesalahan besar yang aku lakukan,ya TUHAN.....aku sekarang menghadapi masalah yang berat untuk di hadapi.dia sekarang bukan milik ku,masih ada kah cela di hatinya?coba katakan naluri hati mu untuk melupakan ku.cayo..........aku memang generasi yang patah hati

Mengenai Saya
|

27 Februari 2009
Langganan:
Komentar (Atom)

